Laman

Kamis, 03 Mei 2012

puisi"Bosan"

Ku tak tahu ingin marah tapi sedih
Ingin pergi tapi tak tahu kemana
Terasa lama waktu bergulir
Terasa hampa angan hati
Benar boring rasa ini
Tak tahu hendak bagaimana
Terasa sepi jiwa ini
Bagaimana?
dengan apa?
Ku pasrah dengan segala ada
Meski hati tak terasa
Ku coba membuat kata
Dalam buku harian saja
4 mei 2010

artikel

Dimanakah Kau pemuda Islam?? Peranmu sekarang dibutuhkan Pendidikan karakter akhir-akhir ini di raung-raungkan dan digencarkan dalam pengajaran di bangku sekolah dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, bahkan PAUDpun tak terlewatkan. sepertinya itu menunjukan bahwa tingkat moral bangsa ini dipertanyakan? Menilai moral bangsa Indonesia saat ini dapat di lihat dari karakter masing-masing rakyatnya secara umum, bila sejenak kita berpikir dan merenungi, moral bangsa kita mulai terkikis dibawah oleh arus zaman keaarah lembah yang jauh dari Al-Qur’an dan as-sunnah. Sangatlah sedikit seorang anak yang berkata lembah lembut dan menghormati orang tua nya, banyak ana-anak mengambil contoh yang salah, sekedar mengikuti zaman tanpa tahu yang ditiru itu sesuai al-qur’an dan as-sunnah atau tidak. Pemuda yang mulai menjauh dari agama, adat ketimuran bangsa ini mulai tertekan oleh adat barat dengan teknologi dan krglamoran kehidupan dunia, dosa-dosa besar dizaman nabi dianggap hal biasa, larangan mendekati zina hanyalah wacana, sebagian besar orang tua menjadi pengarah yan salah, mereka lebih cenderung mendekatkan anak-anaknya pada ilmu-ilmu formal dari pada ilmu agama. Pada dasarnya karakter ataupun moral seseorang itu sangat terkait dengan tingkat ketakwaan terhadap Allah swt, Tuhan semesta alam. Agama islam merupakan agama yang sempurna hal itu bisa dilihat salah satunya dari pengaturan Allah kepada kita umat islam mengenai akhaq agar sesuai dengan al-Qur’an dan as-sunah. “ Sesungguhnya apa yang menurut kamu baik, belum tentu menurut Allah itu baik, dan yang menurut Allah itu baik itulah yang terbaik” kalau akhlaq kita saja ditentukan oleh Allah maka jelas akhlaq islamlah yang terbaik. Bangsa Indonesia bukan Negara islam tetapi memiliki jumlah muslim tebanyak di dunia. Seharusnya bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa yang yang bermoral namun kenyataannya julukan Negara korupsi yang disandang bangsa kita siapa yang bersalah?? Kehidupan secra sunatullah mengharuskan kita sebagai pemuda islam menggantikan mereka para pemimpin bangsa sekarng ini, yang membawa bangsa ini dikenal sebagai bangsa korupsi, tanakan agamanya? Dan lihat pengaruh kepemimpinannya kepada kehidupan rakyat kalau kita menilai mereka berbeda jauh dengan kepemimpinan Rosulullah dan para sahabat nabi yang dapat mengantarkan islam mencapai kejayaan pada zamanya maka lihatlah tingkat ketakwaanya meskipun yang maha tahu tingkat ketawaan itu hanya Allah Swt, tetapi sudah hukum mutlak apa yang ditampakkan seseorang sangat dipegarui oleh tingkat keimnan dan ketakwaan pada Allah Swt. Nabi pernah bersabda” bahwa kelak dosa besar di zaman nabi dianggap dosa keci di zaman sekarang” apakah sudah terkihat kebenarannya? Saya rasa sudah. Bukankah hal yang tabu jika seorang muslim lawan jenis bukan mukhrim bercakap, dan berjalan bersama hanya ditemani setan, tanpa merasa malu apalagi merasa dosa. Bahka larangan Allah jangan endekati zina apakah sebagian besar pemuda islam melakukannya? Perhatikan sebagian besar akhlaq pemuda terhadap orangtua, asyarakat, dan lingkungannya, sudah jelas larangan-lrangan Allah did lam Al-qur’an hingga pemuda islam yang berakhlaq qur’ani dianggap asing. Jangan kecewa karena nabi bersabda” sesungguhnya awal kehadiran islam itu asing, kelak diakhir zaman islam akan asing, maka berununglah orang-orang ang asig” Tidak diragukan kecerdasan, keahlian, intelektual, kehebatan tekniligi pemuda sekarang, tapi kami ragu apakah pemuda sekarang ketika datang wakunya memimpin bangsa ini, dapat menjadikan menjadiakn bangsa ini lebih baik dari sebelumnya?mengingat kami ragu denga tingkat keakwaan pemuda sekarang. Karena parapemimpi islam dipuncak kejayan islam adalah peimpin-pemimpin yang dekat denag Allah hingga Allah ridho padanya menuntuny dalam setiap lagkahnya, dan nabi bersabda” jika kau tajut kepada Allah maka Allah menjaikan segala sesuatu takut padamudan jika kau tidak takut kepada allah maka Allah menjadikan kamu takut pada egala sesatu” Posisi sebagai pemuda adalah posisi yang yang paling strategis ia bisa mempengaruri dan mengubah keadaan jika kita menganggap pimpina kita tidak ideal, cabalah mluruskannya, kalau dirasa sulit dengan berbagai ikhtiar yang dilakukan tetapi sedikit tanggapan kembalikan kepad Allah yang psti usaha kita tidak akan allah sia-siakan. Jadi jangan lah bersedih karena akan datang aktu kita menggnntikan mereka,maka siapkanlah diri kita dengan ketakwaan, kescerdasan intelektual, kekuatan jasmani, dan kecerdasan emosi buktikan pad dunia bahwa islam dlah umat trbaik, menjadi pemimpin ang dridhoi allah maka kitadapat membawa bangsa ini kearah perbaikan yang pasti. Jadilah pemud islam penginspirasi yang stiap langkah kit setiap ucapan kita, dan tingah laku kita menjadikan mereka an melihat dan mengamati menjadi ingat allah dan kehidupan akherat, seta megatkan bahwa islam itu luar biasa . bagaimana caranya? 1. Luruskan niat, mentauhidkan Allah Sesunguhnya hidup ini untuk 1 tujuan yaitu Allah, tidak ada satu nikmatpun yang kita dustakan, bahwa seluruh hidup kita Allah yang mengaturnya, allah yang mengasihi dan menyayangi kita apakah panas melakukan banyak hal karena makhluk bahkan karena nafsu? Tidaklah ogis mengingat allalah yang memegang kendali atas semua makhluk termasuk manusia sebagai makluk yana serng upa dn lalai. 2. Berprinsiplah “Hidup harus Bermanfaat” Bukankah nabi Muhammad saw bersabda”Sebaik-baik orang adlah yang bermanfaat bagi oranag lain” dan allahpun berfirman” Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap dibumi(Qs. Ar-Rad:17)kita tidak tahu apakah segala amal sholeh kita diterima oleh Allah, kitapun tidak tahu amalan apa saja yang memasukkan kita kesurgaNya, setidaknya dengan hidup kita yang bermanfaat bagi pribadi, keluraga, masyarakat, bangsa dan Negara, bahkan lingkungan itu insya allah akan cukup memuaskan hati kita dan yakin bahwa selama kebaikan kita masih digunakan, pahalanya akan terus mengalir hingga akhir zaman, meski nyawa sudah tidak dikandung badan. 3. Perduli pada calon generasi islam mendatang Selama terompet izroil belum dibunyikan maka kehidupan di dunia ini akan terus berlangsung. Demikian juga keadaan islam mendatang tergantung pemersiapan kita untuk generasi mendatang, yang pasti ingatlah bahwa segala tingakah laku kita dinilai dan ditiru leh calon generasi setelah kita, jadi akan mengharapkan generasi yang lebih baik dari kita, persiapkan mereka dengan pemberian contoh qur’ani pada mereka.

Kamis, 19 April 2012

cerpen" Ku berserah padaNYA tentang dia"

"akhirnya sampai juga diterminal" suara batinku yang berguman ku tatap sekeliling tidak asing bagiki, ya ini kali ketigaku menginjak terminal Giwangan Yogyakarta. meski berat meninggalkan kampung halaman tetapi apa dikata, masa liburan semester lalu telah usai. saatmya menata kembali pikiran agar lebih siap dengan berbagai macam teori-teori dan praktek yang cukup membosankan bagiku. ku berjalan seorang diri dengan tas rangsel dipundakku dan kardu berisi buah tangan dari kampung ditangan kananku. di depanku mobil yang siap mengantarkanku kerumah ke duaku telah siap mengantar " berat juga nih" keluhku. tapi batinku berkata "akhirnya sampai juga" di dalam kendaraan mataku tak bisa berhenti menatap sesosok badan yang dengan rela memberi kurnya pada anak kecil sekitar kelas 1 smp. dan sepertinya aku mengenalnya, ketika ku melihat wajahnya yang tanpa sadar menengok kebelakang " Astagfirullah, dia toh" teriak batinku, langsung secepat kilat ku arahkan wajahku kebawah berpura-pura sibuk membuka HP. darahku terasa mengalir deras, jantungku berdetak keras, berdebar-debar tak menentu ada perasaan senang namun malu, aku rasa dia tak melihatku. ku lihat dia telah turun dulu, kecewa juga rasanya batinku tak menyapanya. lidah ini terasa terkunci jika berbicara dengannya, sehingga ku cenderung menghindar darinya. perjalananku telah usai, ku telah sampai didapan kamarku, tapi pikiranku tntang dia masih terning di kepalaku. " ya ku mengenalnya dalam organisasi kampus, sosoknya yang kalm, berwibawa, perhatian, tegas mampu menarik perhatianku. melihatnya menambah imanku lagi pula wajahnya lumayan " pikirku Hpku berdering kulihat siapa yang memanggil, ternyata kakau MZ Aji, ku angkat telponya, ku kabarkan kalau ku sudah selesai karena kelelahanku dalam perjalanan, meski sedikit hiburan melihatnya sepintas cukup mampu menghapus sedikit lelahku. tapi ku harus memberskan kamar yang penuh debu dan sarang setelah sebulan ku tinggal kosong tak berpenghuni, maka ku tutup telpon kakaku. setelah ku bereskan kamarku, ku rebahkan badanku melepas sedikit kelelahan yang masih tertinggal dalam badanku" kenapa tidak dibawa semua ya kelelahanku? olehnya? " pikirku sendiri sambil tetawa. tak sadar ku tertidur, dalam tidurku bermimpi bercakap-cakap dengannya sambil bercanda, sehingga saling tetawa, namun mimpiku terputus azan magrib yang membangunkanku, sebel sendiri, ku coba tidur lagi berharap menyambung mimpiku dengannya, namun mataku sulit ku tutup, berkali-kali ku coba menutup mata, namun sia-sia. "mukin aku harus sholat" ku ambil wudhu untuk menjawab seruanNya. setelahnya ku buka al-Qur'an agar sedikit menenangkan kegundahan batinku, menghapus sejenak bayangan-bayangannya dalam pikiranku. sejenakku merenung, mencoba untuk curhat padaNya tentang dirinya ku katakan padaNYA " Allah, hamba percaya kebesaranMu, tidak ada nikmat sedikitpun yang hamba dustakan dariMu, hamba tahu Kau maha mengetahui Kau maha melihat , namun tidak ada salahnya hamba curhat padaMu tentanf dia. pertama melihatnya ....................................

Rabu, 18 April 2012

artikel"Banyak Bicara Banyak mudarat Sedikit Manfaatnya"

Manusia adlah makhluk social selalu berusaha berkelompok bergaul dengan sesamanya. Senang berkumpul dan bercakap-cakap. Allah telah menciptakan lidah kita tak bertulang, sehingga sebanyak apapun atau sesering apapun kita menggunakannya untuk berbicara lidak tidak akan ada istilahnya patah lidah. Maha suci Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan sempurna, akan sangat sulit dibayangkan jika lidah itu bertulang. Mukin menurut kita akan lebih baik jika lidah itu bertulang, sehingga setiap orang akan sedikit berbicara dan senang diam demi menjaga kesehatan lidahnya. Itulah pikiran dari sebagian orang yang sedih melihat fenomena orang-orang sekarang banyak berbicara sesuatu yang tidak berguna, bahkan mengarah pada kebohongan, Ghibah(membicarakan orang lain secara berlebihan) bahkan mengarah pada fitnah, yang dosanya lebih besar dari pada pembunuhan. Allah itu maha tahu, apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah itu baik. Dan apa yang menurut kita buruk bisa jadi menurut Allah itu baik. Yang pasti apa yang menurut allah itu baik itulah yang terbaik. Bukan tanpa sebab Allah itu menciptakan lidah itu tak bertulang. Lidah dibuat tidak bertulang agar makhluknya, khususnya manusia dapat menggunakanny untuk berkomunikasi secara mudah dan lancar. Maka sudah sepantasnya kita sebagai makhluk Allah bersyukur atas segala nikma pemberianNya. Termasuk nikmat diberikannya lidah yang tak bertulang ini. Yang dengannya kita bisa berbicara, bercakap, bercerita, berkomunikasi dengan sesama manusia lain. Kita dituntut untuk menggunakan lidah secara bijaksana, sebagai salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah. Yaitu menggunakan lidah kita untuk berkata yang baik yaitu perkataan-perkataan yang mengandung hikmah, nasihat, ilmu, yang intinya setiap kata yang keluar dari mulut kita sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain yang mendengarkannya. Kalau kita tidak bisa berkata yang baik lebih baik diam. Karena diam mencegah masuknya dosa dalam diri kita akibat perkataan-perkataan yang mubazir(tidak ada gunanya) baik untuk kita maupun untuk orang lain.

puisi"tertawa lucu haha"

Wuih memang edan hidup ini Kalau dipikir pengin tertawa Ada saat kita merasa tinggi Tak menutup kemungkinan Kita jatuh di bawah Bahkan sialnya tertimpa tangga Yang mengherankan Kita bisa bangkit dengan cepat Melebihi cahaya dalam merambat Mengapa kita tertawa Akupun sedang mencari jawabanya Tak ketemu tapi malah tertawa Mukin inilah mengapa kita tertawa Menemukan sesuatu yang diluar pikiran kita Tapi justru membuat hati bertanya Lah itulah tertawa lucu haa haa haa Jujur saya bingung yang penting tertawa Lucu haa haa haa

puisi"Eratnya ukhwah di al-falaah"

Kerap kali kesendirian menghantuiku Kerinduan akan keluarga merasuk batinku Menjadikan kelelahan dalam kalbuku Ingin rasanya berlari Meninggalkan tujuan dalam hidupku Tetapi itu telah sirna dimakan waktu Karena adanya ukhwah disekitarku Sahabat al-falaah memberiku waktu Menenangkan setiap kegundahan hatiku Memberiku senyuman Menghapus kesedihan hatiku Memberiku kata Yang menyejukan kalbuku Memotivasiku untuk melawan kesendirian Aku bersyukur menemukan mereka di al-falaah Dengan mereka seolah aku bersama keluarga Dengan mereka seolah kesendirian menjauh Layaknya kemarau yang terkikis hujan Bersama mereka ku tak temukan kesedihan Seakan telah kurasakan kedamaian Dalam surgaNYA

puisi " Ku kenal kau lewar data"

Kudengar cerita orang tentang kau dalam ingatannya Kudengar dengan seksama Siapa kau sebenarnya Ku cari tahu dirimu dalam data Data bertahun yang lalu Penuh debu dan usang Rasanya malas aku menyentuhnya Penasaran dalam hati mengalahkan malasku Kubuka lembaran-lembaran lampau Ku baca setiap kata dalam data Kupahami setiap makna yang tersirat Ku temukan jawabannya Mesti ku tak pernah berjumpa Meski ku tak pernah bersama Tapi dalam data ku tahu semua tentangnya 24 sep 2012